PENERAPAN METODE CPI DALAM PENENTUAN CARA TERBAIK MENINGKATKAN KUALITAS BELAJAR MENGAJAR (STUDI KASUS UPH MEDAN)
DOI:
https://doi.org/10.59697/jtik.v6i2.258Keywords:
spk; metode cpi; dosen; kriteria; penyeleksian; mahasiswaAbstract
Proses belajar mengajar yang dilakukan dosen merupakan suatu permasalah yang perlu diperhatikan guna terciptanya kualitas proses belajar mengajar. Dengan adanya Tenaga pengajar yang berkualitas membuat suatu kampus dapat berdiri dengan kokoh, bertumbuh dan berkembang dengan pesat dan menjadi besar. Oleh karena itu diperlukan kerjasama yang baik antara semua Pengajar dan pemimpin kampus. Pimpinan kampus menganggap Tenaga pengajar yang bekerja di kampus merupakan roda penggerak yang sangat penting bagi kelangsungan suatu perkuliahan di UPH Medan. Penentuan cara terbaik dilakukan secara periodik dengan tujuan agar dosen selalu memacu semangat dalam dirinya untuk terus meningkatkan atau bahkan tetap mempertahankan dedikasi dan kinerjanya setiap saat. Masalah yang timbul saat ini banyak dosen dalam proses mengajar kurang menguasai materi yang disampaikan sehingga banyak mahasiswa kurang paham dan tidak mengerti akan materi yang diajarkan oleh dosen, yang dilatarbelakangi dengan beberapa hal yaitu dalam penyampaian materi, bahasa yang digunakan, materi yang tidak update dan banyak hal yang membuat pemahaman mahasiswa kurang mengerti dengan cara dosen mengajar. Kondisi tersebut membuat siswa memberikan penilaian kepada dosen yang kurang memuaskan. Untuk mengatasi masalah tersebut pihak kampus melakukan evaluasi kinerja Dosen untuk memperbaiki kekurangan dalam proses pengajaran yang kurang efektif. Dengan menggunakan Metode Composite Performance Index hasil yang didapatkan lebih cepat dan akurat serta mengetahui apa saja statement dosen yang perlu diperbaiki. Dengan menggunakan metode Composite Performance Index setiap dosen mengetahui urutan terendah dan tertinggi terhadap kriteria yang ditentukan sehingga dosen setiap mengajar sudah paham apa yang diharapkan mahasiswa sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan dan pihak manajemen kampus dapat mengevaluasi tenaga pengajar untuk meningkatkan kualitas Dosen dalam proses belajar mengajar yang dapat mempengaruhi kualitas mahasiswa.