PENGGUNAAN DIGITAL ELEVATION MODEL UNTUK PEMANTAUAN KETINGGIAN AIR LAUT MENGGUNAKAN GABUNGAN CITRA SATELIT HIMAWARI DAN SPOT

Andriani Putri, Jelita Citrawati Jihan, Hafidz Arwaa Marden

Sari


Seiring perkembangan teknologi penginderaan jauh pada masa sekarang ini maka semakin banyak bidang ilmu yang memanfaatkan penginderaan jauh, contohnya dalam memantau perubahan permukaan air laut. Sementara untuk memantau perubahan permukaan air laut diperlukan resolusi spasial dan temporal yang tinggi. Hal ini dikarenakan perubahan permukaan air laut yang terjadi sangat cepat. Sayangnya, tidak ada satupun citra satelit yang memiliki resolusi spasial dan juga resolusi temporal yang tinggi. Pada penelitian sebelumnya, pengujian terhadap metode penggabungan citra STARFM diuji dengan menggunakan citra Himawari-8 dan juga SPOT. Meski dapat disimpulkan bahwa penggabungan citra tersebut sangat membantu dalam mengatasi ketidaktersediaan citra dengan resolusi spasial dan temporal tinggi, namun dari hasil accuracy assessment terlihat masih ada kesalahan atau error dengan commission error sebesar 5.73 namun memiliki Kappa Koefficient sebesar 0.82. Penelitian ini menemukan metode tambahan untuk mengatasi kesalahan tersebut, yaitu dengan menggunakan DEM sebagai acuan dalam memilih classification map. Namun ternyata DEM yang digunakan pada penelitian ini belum cukup merepresentasikan permukaan tanah sesunggunya pada studi area. Untuk tahap selajutnya dari penelitian ini yaitu memilih DEM yang sesuai sehingga pemilihan classification map nantinya akan lebih tepat.


Kata Kunci


Penggabungan Citra, STARFM, Himawari-8, SPOT

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


M. Kostiuk, “Using Remote Sensing Data to Detect Sea Level Change”, Pecora 15., pp. 1-9, 2002.

K. Kabiri and M. Moradi, “Landsat-8 imagery to estimate clarity in near-shore coastal waters: Feasibility study - Chabahar Bay, Iran”, Elsevier, vol. 125, pp. 44-53, 2016

P. Wu, , H. Shen, , L. Zhang, , F.-M. Göttsche, “Integrated fusion of multi-scale polar-orbiting and geostationary satellite observations for the mapping of high spatial and temporal resolution land surface temperature”, Remote Sensing of Environment, pp. 169-181, 2015

F. Gao, J. G. Masek, M. Schwaller, F. Hall, “On the blending of Landsat and MODIS surface reflectance: Predicting daily Landsat surface reflectance”, IEEE Transactions on Geoscience and Remote Sensing, pp. 2207-2218, 2006

S. K. McFeeters, “The use of the Normalized Difference Water Index (NDWI) in the delineation of open water features”, International journal of remote sensing, pp. 1425-1432, 1996

H. Xu, “Modification of normalised difference water index (NDWI) to enhance open water features in remotely sensed imagery”, International journal of remote sensing, pp. 3025-3033, 2006

X. Zhu, J. Chen, F.Gao, X. Chen, J. G Masek, “An enhanced spatial and temporal adaptive reflectance fusion model for complex heterogeneous regions”, Remote Sensing of Environment, pp. 2610-2623, 2010

T. Hilker, , M. A. Wulder, N. C. Coops , J. Linke, McDermid, , J. G. Masek, , F.Gao, J. C. White, “A new data fusion model for high spatial-and temporal-resolution mapping of forest disturbance based on Landsat and MODIS”, Remote Sensing of Environment, pp. 1613-1627, 2009

A. Balasubramanian, “Digital Elevation Model in GIS”, RecearchGate, pp. 1 - 34, 2017

A.A. Jarihani, T.R. McVicar, T.G Van Niel, I.V. Emelyanova, J.N. Callow, K. Johansen, “Blending Landsat and MODIS Data to Generate Multispectral Indices: A Comparison of “Index-then-Blend” and “Blend-then-Index” Approaches”. Remote Sens., pp. 9213–9238, 2014.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.



Didukung oleh:

STMIK Kaputama
Jl. Veteran No. 4 A - 9 A Binjai Kota Email : jtik.kaputama@gmail.com
p-ISSN : 2548-9704
e-ISSN : 2686-0880